LCD TV vs LED TV, Mana Lebih Hemat Listrik?

Secara kasat mata, televisi LCD dan LED sulit dibedakan. Jika mengandalkan pengamatan sekilas, orang akan cenderung memilih LCD TV karena gambarnya yang lebih cerah dengan kontras warna yang kuat.

Gambar atau tampilan sangat cerah dan kontras yang ditampilkan LCD TV berkat penggunaan CCFL Backlight yang sebenarnya membuatnya lebih boros listrik.

Sedangkan LED TV menggunakan LED Backlight yang menyesuaikan kebutuhan pencahayaan sehingga warna yang muncul memiliki variasi (range) yang lebih beragam.

Inilah penyebab LED TV secara kasat mata terlihat lebih redup. Namun, ini pula yang membuat LED TV bisa menghemat 50 persen penggunaan listrik.

Berikut adalah penghitungan standar biaya listrik yang dikeluarkan jika menggunakan LCD dan LED TV :

  • LCD TV (110 Watt) 10 jam x 365 hari = Rp 441.650
  • LED TV (50 Watt) 10 jam X 365 hari = Rp 200.750

Penghitungan ini berdasarkan tarif dasar listrik PLN dengan rata-rata penggunaan 10 jam per hari, selama satu tahun. Dengan penghematan ini, dalam waktu enam tahun Anda akan menghemat hingga Rp 1,5 juta.

Algoritma LMP menciptakan hingga 16 ms tingkat respons dan memberi efek hingga 120 CMR dengan memasukkan frame antar gambar. Inilah yang menyebabkan LED TV dapat menciptakan gambar yang detail khususnya dalam adegan yang bergerak secara cepat.

Jadi, daripada beli LCD TV nanggung, lebih baik langsung beli LED TV. Beda harganya hanya beberapa ratus ribu tapi bisa hemat listrik sampai bertahun-tahun. Estimasi kami, LED TV bisa tahan hingga penggunaan sepuluh tahun, di luar rusak akibat bencana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s